Takut Nggak Bisa “Melayani” Setelah Melahirkan? Ibu Wajib Baca Ini

ambar ilustrasi mendukung artikel tentang ketakutan intim setelah melahirkan serta langkah aman untuk memulihkan kenyamanan dan komunikasi pasangan. Jurnal Repubik-
banner 468x60

Jurnal Repubik-Jakarta — Setelah melahirkan, sebagian ibu merasa cemas memikirkan hubungan suami istri. Ada yang takut sakit, ada yang merasa tubuhnya “belum pulih”, ada juga yang khawatir suami kecewa karena keintiman berubah. Perasaan ini wajar, karena tubuh baru melewati proses besar dan butuh waktu untuk kembali nyaman.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi. Yang penting, ibu tidak memaksa diri, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan fokus pada pemulihan fisik serta mental.

Kenapa banyak ibu takut intim setelah melahirkan?

Beberapa penyebab yang paling sering:

  • Luka pemulihan (jahitan, robekan, atau bekas operasi) yang masih sensitif

  • Vagina terasa kering karena perubahan hormon, terutama bila menyusui

  • Lelah dan kurang tidur karena mengurus bayi

  • Gairah menurun karena stres dan penyesuaian peran baru

  • Cemas soal bentuk tubuh dan rasa percaya diri

  • Takut hamil lagi karena belum siap secara fisik maupun mental

Intinya, ketakutan itu sering muncul karena tubuh belum nyaman dan pikiran belum tenang.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai lagi?

Tidak ada jadwal yang sama untuk semua orang. Yang paling aman adalah menunggu sampai ibu merasa lebih pulih, perdarahan nifas berhenti, dan tidak ada keluhan nyeri yang mengganggu. Jika masih sakit, hubungan intim sebaiknya ditunda. Nyeri bukan “hal yang harus ditahan”, melainkan sinyal tubuh yang perlu didengar.

5) Cara Aman Mengatasi Rasa Takut dan Ketidaknyamanan

1) Komunikasi jujur dengan suami

Sampaikan kondisi ibu apa adanya. Jelaskan bahwa butuh waktu untuk pulih dan tidak ingin dipaksa. Komunikasi yang baik biasanya menurunkan tekanan dan membuat suasana lebih aman.

2) Mulai dari keintiman non-penetrasi

Keintiman tidak selalu harus langsung berhubungan. Pelukan, pijatan, ciuman, atau quality time berdua bisa jadi langkah awal untuk membangun kedekatan tanpa rasa takut.

3) Gunakan pelumas bila kering

Jika vagina terasa kering, pelumas bisa membantu mengurangi rasa perih saat mencoba. Pilih yang aman dan nyaman untuk ibu.

4) Pelan-pelan, pemanasan lebih lama

Banyak ibu merasa sakit karena tubuh belum siap, tapi dipercepat. Coba lebih pelan, beri waktu pemanasan, dan berhenti kapan pun ibu merasa tidak nyaman.

5) Pilih posisi yang paling nyaman

Cari posisi yang tidak menekan area yang masih nyeri. Jangan ragu menyesuaikan, karena yang penting adalah kenyamanan ibu.

6) Latihan otot panggul secara ringan

Latihan otot dasar panggul bisa membantu pemulihan dan rasa percaya diri. Lakukan pelan-pelan dan konsisten, bukan ekstrem.

7) Atur waktu yang realistis

Keintiman lebih mudah terjadi saat ibu tidak kelelahan. Cari waktu ketika bayi tidur dan ibu punya energi, meski hanya sebentar.

8) Bahas kontrasepsi sejak awal

Ketakutan hamil lagi sering membuat ibu tegang. Diskusikan rencana kontrasepsi agar hubungan lebih tenang dan tidak penuh kecemasan.

6) Kapan harus konsultasi tenaga kesehatan?

Segera periksa jika:

  • nyeri hebat saat berhubungan dan tidak membaik

  • perdarahan banyak atau bau tidak sedap

  • luka terasa makin sakit atau bengkak

  • ibu merasa sedih berkepanjangan, cemas berat, atau takut berlebihan

  • muncul tanda depresi pasca melahirkan

Konsultasi bukan berarti “lemah”. Itu langkah dewasa agar ibu pulih dengan aman.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan