Jurnal Republik-Jakarta. Minat masyarakat terhadap aset kripto terus meningkat. Tapi di saat yang sama, modus penipuan crypto juga ikut naik kelas: tampilannya makin rapi, janji manisnya makin meyakinkan, dan targetnya bukan cuma pemula, tapi juga orang yang merasa “udah paham”.
Kalau kamu baru mau masuk crypto, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan supaya tidak jadi korban. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kamu masuk dengan kepala dingin, bukan modal FOMO.
Kenapa Penipuan Crypto Banyak Terjadi?
Ada tiga alasan yang bikin crypto jadi “lahan basah” bagi penipu:
-
Transaksi sulit dibatalkan
Sekali transfer, biasanya tidak ada tombol “undo”. -
Informasi mudah dipelintir
Banyak istilah teknis yang bisa dipakai untuk “membungkus” kebohongan. -
FOMO dan serakah itu bahan bakar scam
Janji “cuan cepat” sering mengalahkan logika.
Modus Penipuan Crypto yang Paling Sering Makan Korban
Berikut pola yang paling umum muncul:
1) Janji profit pasti (fixed return)
Kalau ada yang bilang “untung pasti 5–20% per minggu”, itu bukan investasi, itu umpan.
2) Grup sinyal/mentor yang ujungnya jualan koin abal-abal
Biasanya dimulai dari “edukasi gratis”, lalu diarahkan ke koin tertentu yang ternyata sedang digoreng.
3) Airdrop palsu dan tautan jebakan
Diminta “connect wallet” ke situs yang kelihatan legit, lalu aset di wallet terkuras.
4) Impersonasi tokoh terkenal atau admin exchange
Penipu meniru akun publik, pakai foto profil meyakinkan, lalu minta transfer “biaya verifikasi”.
5) Rug pull di proyek token baru
Proyek terlihat aktif dan hype, lalu developer kabur setelah dana masuk.
6) “Pig butchering” (pendekatan personal)
Pelaku mendekati korban pelan-pelan (kadang via dating app/DM), membangun kepercayaan, lalu mengarahkan investasi ke platform palsu.
Tanda-Tanda Crypto Scam yang Harus Kamu Curigai
Kalau kamu melihat 2–3 tanda di bawah ini sekaligus, anggap itu alarm:
-
Menjanjikan profit pasti atau “tidak mungkin rugi”
-
Mendesak cepat: “hari ini terakhir”, “besok naik 10x”
-
Tidak jelas produknya: cuma jargon, tidak ada penjelasan masuk akal
-
Tidak transparan: tim anonim, dokumen asal-asalan
-
Testimoni berlebihan: screenshot cuan, tapi tanpa bukti yang bisa diverifikasi
-
Minta data sensitif: seed phrase, OTP, atau akses akun
-
Arahkan ke platform/website aneh yang tidak populer dan sulit dilacak reputasinya
Checklist Aman Sebelum Mulai Crypto
Pakai checklist ini sebelum kamu setor uang pertama:
-
Mulai dari tujuan: investasi jangka panjang atau belajar? Beda strategi, beda risiko.
-
Pakai dana dingin: uang yang kalau hilang tidak bikin hidupmu hancur.
-
Gunakan platform yang jelas: mudah dicek reputasi, layanan pelanggan nyata, keamanan kuat.
-
Aktifkan keamanan akun: 2FA, PIN, email keamanan, dan jangan simpan OTP sembarangan.
-
Jangan pernah bagikan seed phrase: siapa pun yang minta seed phrase, itu penipu.
-
Cek alamat website: banyak scam pakai domain mirip (beda 1 huruf saja).
-
Riset asetnya: fungsi, komunitas, track record, bukan cuma “katanya bakal terbang”.
-
Waspadai koin yang dipompa tiba-tiba: kalau naiknya tidak masuk akal, biasanya turun lebih sadis.
-
Uji dengan nominal kecil dulu sebelum deposit besar.
-
Hindari keputusan saat emosi: FOMO dan panik itu pintu masuk scam.
Cara Aman untuk Pemula (Versi Realistis)
Kalau kamu pemula dan ingin belajar tanpa kebakar:
-
Belajar konsep dasar: blockchain, wallet, risiko volatilitas
-
Mulai kecil, catat transaksi, evaluasi
-
Fokus keamanan akun lebih dulu (ini sering dilupakan)
-
Jangan ikut “ajakan” DM yang terlalu manis
Crypto bukan otomatis penipuan. Tapi ekosistemnya memang sering dipakai penipu karena banyak orang masuk tanpa persiapan. Kalau kamu ingin terjun, lakukan dengan langkah terukur: pahami risikonya, kenali modusnya, dan jangan gampang percaya janji “cuan cepat”.












